Minggu, 10 Maret 2013

B. Indonesia (wawancara)

                                     Pak Martono, Pengusaha Mebel yang Sukses

Pak Martono seorang pengusaha mebel, yang menurut banyak orang usahanya maju pesat.
Padahal beliau ini seorang bapak muda, baru dua puluh delapan tahun usianya. Karena
keberhasilannya itulah kami tertarik untuk mengetahui seluk beluk usahanya. Kami siswa SMA
kelas X melakukan wawancara dengan beliau tanggal 2 Desember 2003.

Tanya : ”Sejak kapan Bapak menekuni usaha mebel ini?”
Jawab : ”Saya mulai buka usaha ini, ya kurang lebih sejak lima tahun yang lalu.”
Tanya : ”Barang apa saja yang Bapak produksi selama ini?”
Jawab : ”Ada meja, kursi, lemari, tempat tidur, bufet, rak buku, ya hampir semua mebel
perlengkapan kantor maupun untuk rumah tangga, kami buat di sini.”
Tanya : ”Barang-barang itu Bapak buat berdasarkan pesanan ataukah tidak?”
Jawab : ”Sebagian besar mebel-mebel ini kami buat atas pesanan. Ada pesanan dari kantor
pemerintah, misalnya sekolah, kantor kelurahan, dan kantor dinas yang lain. Ada
pula permintaan dari swasta, misalnya pertokoan, toko mebel, maksud saya
perusahaan, dan lain-lain. Banyak juga permintaan dari perseorangan. Semuanya
kami layani selama ada kemampuan untuk memproduksinya.”
Tanya : ”Pak Martono, dari sekian banyak pemesan itu, adakah yang menjadi langganan?”
Jawab : ”Ya, tentu ada. Dan itulah yang mendorong kami untuk terus memproduksi. Mereka
itu, pelanggan kami, adalah toko-toko mebel. Ada toko mebel di daerah sekitar, bahkan
ada yang di luar daerah, luar kabupaten maksud saya. Setiap stok hampir habis di
toko mebel itu, mereka langsung menghubungi saya. Kadang-kadang saya yang
berkunjung atau ngebel untuk menanyakan kebutuhan berikutnya.”
Tanya : ”Kayu apa yang Bapak gunakan sebagai bahan mebel ini?”
Jawab : ”Bermacam-macam, tergantung keperluan dan permintaan. Tapi sebagian besar kayu
jati, sebagian yang lain kayu mahoni, kadang-kadang kayu sono. Untuk lemari, kursi,
dipan, dan etalase, kami menggunakan kayu jati minimal berumur 25 tahun. Adapun
untuk meja, bufet, dan sejenisnya digunakan kayu mahoni, kayu sono, dan kayu jati.”

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar